TUTUR TINULAR “Prahara di Gunung Arjuno”

 Berawal dari rasa sakit hati yang diterima oleh ibunya, Sakawuni akhirnya pergi mencari ayahnya. Ia berniat untuk balas dendam dan membunuh ayahnya karena telah mencampakkan ibunya. Perjalanan dimulai dari Bukit Penambihan menuju Pedukuhan Mojopahit. Di perjalanan ia menyamar sebagai pendekar pengelana agar identitasnya tidak diketahui.Sesampainya di Pedukuhan Mojopahit, Sakawuni dituduh mata-mata oleh para prajurit. Ia kemudian menantang duel Ayah kandungnya. Tapi, apa daya, naluri seorang ayah membuat Sakawuni memenangkan pertarungan. Hampir sama dengan sang ayah, Sakawuni yang tak tega melihat kondisi ayahnya berniat membawanya ke Bukit Penambihan. Namun, sebelum pertarungan ada kesepakatan bersama Pangeran Sanggramawijaya bahwa siapapun yang kalah harus rela mengadi Kerajaan Mojopahit.

 Di Bukit Penambihan, kebahagiaan terlihat dari keluarga Sakawuni yang sedang berkumpul. Sang ayah menceritakan bahwa dahulu ia berniat menikahi ibunya. Sayangnya, niatan itu terhalang oleh tugas Kerajaan sebagai Senopati serta adanya pemberontakan yang dilakukan olehKerajaan Gelang-Gelang.Di sisi lain, Arya Kamandanu pamit kepada Mei Shin untuk kembali menghadap kepada Arya Ronggolawe. Ia berniat untuk meneruskan perjuangan ayahnya sebagai abdi Kerajaan Singhasari. Pada awalnya Arya Kamandanu ingin mengajak Mei Shin berserta Ayu Wandira untuk ikut. Akan tetapi, hal itu ditentang oleh Nini Raga Runting karena Ayu Wandira masih kecil belum kuat untuk diajak perjalanan jauh.

 Ketika Kamandanu pergi, seorang mata-mata Mpu Tong Bajil mencurigai keberadaan sebuah gubuk yang tiap harinya terdengar suara anak kecil yang menangis. Tanpa basa-basi, Mpu Tong Bajil, Dewi Sambi beserta rombongan prajurit KerajaanKadiri berangkat ke Lereng Arjuno untuk memastikan keberadaan gubuk tersebut. Dan tenyata benar adanya, Mei Shin yang tinggal di gubuk tersebut. Lagi-lagi pertempuran terjadi. Kondisi Mei Shin yang baru saja sembuh setelah proses melahirkan membuatnya tak mampu melawan Mpu Tong Bajil dan Dewi Sambi.

AvePress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s